
(ceramah al-Habib Taufiq bin Abdul Qadir as-Segaf dari Pasuruan-Jawa Timur beberapa tahun yang lalu)
Tiada yang lebih indah, tiada yang lebih istimewa, tiada yang lebih
dahsyat daripada Baginda Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam. Oleh
karena itulah, para pecinta beliau shallallahu alaihi wa sallam tidak
pernah berhenti menghaturkan shalawat serta salam kepada beliau shallallahu
alaihi wa sallam. Para perindu beliau shallallahu alaihi wa sallam
tiada lelah merangkai puja puji yang terbaik untuk beliau shallallahu
alaihi wa sallam. Tiada seorang wanitapun di muka bumi ini yang
melahirkan bayi yang lebih istimewa dari Baginda Muhammad shallallahu
alaihi wa sallam.
Dalam al-Qur’an, Allah Subhanahu wa
taala berfirman yang artinya: “Katakanlah, ‘Jika ayah-ayah, anak-anak,
saudara-saudara, isteri-isteri, kaum keluargamu, harta kekayaan yang
kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatir kerugiannya, dan tempat
tinggal yang kamu sukai, adalah lebih kamu cintai dari Allah dan
Rasul-Nya dan dari berjihad di jalan-Nya, maka tunggulah sampai Allah
mendatangkan keputusan-Nya, dan Allah tidak memberi petunjuk kepada
orang yang fasik.”(at-Taubah:24)
Anas bin Malik berkata: “Tidak
ada satu malam pun berlalu kecuali aku menyaksikan Rasulullah
shallallahu alaihi wa sallam.” Karena rasa cinta yang begitu besar,
sahabat yang satu ini setiap hari mesti menemui baginda Nabi shallallahu
alaihi wa sallam.